Bantu Balita Bisa Sembuh Dari Sakit Kronis
Cerita / Kebutuhan Program
Misha Qonita Salsabila, Si Kecil yang sedang berjuang sembuh dari beberapa sakit kronis. Misha Qonita Salsabila, bayi mungil ini seharusnya hanya sibuk tersenyum, menggapai-gapai mainan, dan merasakan hangatnya kasih sayang kedua orang tuanya. Namun takdir menempuh jalan yang berbeda baginya. Tubuh mungilnya harus berjuang melawan tiga penyakit berat sekaligus: Bronkopneumonia, Diabetes Neonatal Tipe 1, serta Hipotiroid Kongenital. Di usia yang seharusnya penuh tawa, napasnya justru sering terasa berat, dan tubuhnya harus berjuang keras menyeimbangkan gula darah yang tak kunjung stabil. Keluarga kecil ini tinggal di Payakumbuh. Sang Ayah hanyalah seorang buruh serabutan, yang penghasilannya sangat bergantung pada ada atau tidaknya pekerjaan di kampung. Sementara itu, sang Ibu yang seharusnya bisa beristirahat dan mengurus rumah, kini harus berjuang dua kali lipat. Demi menemani dan merawat Misha yang sedang berjuang hidup dan mati, Ibu harus berjualan kopi keliling di sekitar rumah sakit Dr. M. Djamil, Padang. Jarak yang memisahkan rumah mereka di Payakumbuh ke tempat perawatan di Padang sejauh 4 jam perjalanan dengan bus, membuat mereka tak bisa pulang pergi. Mereka terpaksa tinggal jauh dari kampung halaman, hidup serba kekurangan demi satu tujuan: melihat Misha sembuh dan pulang kembali dengan sehat. Semuanya bermula ketika Misha mengalami demam tinggi yang tak kunjung turun dan muntah-muntah yang terus-menerus. Dengan penuh ketakutan, orang tuanya membawanya ke RSUD Adnan WD Payakumbuh. Di sana, selama 10 hari lamanya, Misha berjuang di ruang PICU. Hasil pemeriksaan laboratorium saat itu mengguncang hati kedua orang tuanya: kadar gula darah Misha melonjak sangat tinggi hingga mencapai angka 1500, disertai infeksi paru-paru (bronkopneumonia) dan hipotiroid kongenital. Kondisi itu memaksa Misha dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil, Padang, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut yang lebih lengkap. Hari berganti minggu, dan kini Misha sudah memasuki hari ke-31 perawatan di RSUP Dr. M. Djamil. Tubuh kecilnya terbaring di rumah sakit, dihubungkan dengan selang dan alat bantu medis. Namun, perjuangan belum usai. Hingga hari ini, napas Misha masih sering terasa sesak dan kadar gula darahnya masih sering melonjak naik turun, menuntut pemantauan dan penanganan yang sangat ketat setiap harinya. Kami datang kepada Bapak/Ibu sekalian dengan penuh kerendahan hati. Kemampuan orang tua Misha sudah sangat terbatas. Penghasilan ayah yang tak menentu dan pendapatan ibu dari berjualan kopi keliling sangat jauh dari cukup untuk menutupi segala kebutuhan Misha. Hingga saat ini, keluarga masih sangat membutuhkan uluran tangan kita untuk memenuhi kebutuhan harian Misha, mulai dari pembelian susu khusus, popok, hingga obat-obatan pendukung yang harus dibeli secara mandiri di luar ketersediaan rumah sakit. Biaya hidup sehari-hari mereka yang harus menumpang tinggal jauh dari kampung pun menjadi beban berat yang tak sanggup mereka pikul sendirian. Misha masih sangat kecil, ia belum mengerti arti sakit, namun ia sudah menunjukkan semangat juang yang luar biasa untuk tetap bertahan hidup. Bagi orang tuanya, Misha adalah segalanya, satu-satunya harapan dan kebahagiaan mereka. Mari kita bantu meringankan beban bahu mereka. Setiap rupiah yang Bapak/Ibu berikan akan menjadi kekuatan bagi Misha untuk terus bernapas, untuk menjaga kadar gula darahnya tetap terkontrol, dan melangkah selangkah lebih dekat menuju kesembuhan. Bantuan, doa, dan kepedulian Anda adalah harapan besar bagi kami, agar kelak Misha bisa pulang ke rumah, tumbuh besar dengan sehat, dan membawa senyum bahagia bagi kedua orang tuanya. “Sedikit dari kita sangat berarti bagi mereka yang sedang kekurangan. Mari kita rangkul Misha Qonita Salsabila dalam doa dan bantuan kita.” Terima Kasih #OrangBaik