Tanpa Ayah Ibu, Gio Hanya Ditemani Sang Nenek
Cerita / Kebutuhan Program
“cucu saya gio tak mungkin bisa normal kembali, namun saya tidak ingin melihat dia terlantar dan kelaparan” ungkap nek fatimah. gio merupakan cucu nenek Fatimah, ibu gio meninggal saat dia masih kecil dan sepeninggal ibunya ayah pun pergi entah kemana tanpa kabar dan tanpa pernah datang menjenguk gio yang saat ini sudah berusia 12 tahun. nek fatimah sudah sangat sepuh, usianya kini sudah 80 tahun, masih terus harus berupaya mencari uang untuk kehidupan sehari-hari untuk dirinya dan cucu yatim dan difabel yang dia rawat sendiri. usianya yang sudah senja tak mampu untuk pergi melakukan pekerjaan berat di bawah panas terik matahari, seperti mengambil sewa ke sawah ladang ataupun kebun orang lain. masyarakat di kampung nek fatimah sudah tahu kalau beliau bisa melakukan pijat, terutama di kalangan ibu-ibu disana. kemampuan pijitnya sangat disegani dan warga selalu memakai jasanya. tanpa mematok harga apalagi menolak permintaan dia selalu melakukan dengan baik hal satu-satunya yang bisa dilakukan. selain tak bisa meninggalkan cucunya sendirian di rumah, nek fatimah juga tak kuat harus berjalan jauh untuk mencari pelanggan untuk menawarkan jasa urutnya. sehingga dia hanya keluar kampung sedikit untuk mencari pelanggan jika hari itu belum ada pelanggan dan uang yang bisa didapatkan. dengan donasi yang ada nantinya nek fatimah serta cucunya ingin di buatkan usaha yang layak meski harus dikelola orang lain yang dia percaya, atau bahkan ada biaya untuk meminta sanak famili atau tetangga yang mau merawat mereka nantinya karena nek fatimah tidak mungkin selamanya bisa sehat dan menemani Gio selamanya.