Tolong Bayi Shaka! Gizi Buruk Tunda Operasi
Cerita / Kebutuhan Program
Masih terlalu dini untuk Shaka mengerti keadaannya. 'Dunianya' terlalu jahat, bahkan ia harus melawan sakit seorang diri... Sejak masih dalam kandungan ibunda, ia sudah ditelantarkan oleh sang ayah. Ketika lahir dan menginjak usia 13 bulan, bayi tak berdosa ini terpaksa dititipkan di Rumah Anak Alfatihah. Shaka terlahir dan tumbuh tidak sama seperti bayi-bayi pada umumnya. Ia menderita Labioskizis atau biasa dikenal dengan istilah bibir sumbing. d3869be6-5e0a-11f0-836f-1ec7f9dcd35e_9F0AFA72C5D96CD.png?auto=compress,format&cs=tinysrgb&fm=pjpg Dokumentasi shaka tantrum Kondisi ini menghambat kemampuannya untuk menyusu dan makan dengan baik, sehingga asupan nutrisi menjadi tidak optimal dan berpotensi menyebabkan malnutrisi dan gangguan pertumbuhan. Kelainan tersebut membuatnya mengalami stunting dan gizi buruk. Tangis bayi Shaka pecah saat ia merasa lapar, tetapi mulutnya tak dapat menelan setetes susu. Sejauh ini, ia sudah menjalani operasi yang pertama. Namun, masih membutuhkan dua kali operasi lagi agar bibir sumbingnya dapat sembuh total. Sayang, kini harus tertunda karena berat badan Shaka yang masih sangat kurang. 27981f13-5e0b-11f0-836f-1ec7f9dcd35e_E187B4B3F20E4259.png?auto=compress,format&cs=tinysrgb&fm=pjpg Dokumentasi Pengasuh merawat shaka Di usia yang belum genap dua tahun, berat badannya hanya berkisar 6 kilogram. Berat badan tersebut membuatnya tidak dapat melanjutkan operasi bibir sumbing. Kondisinya akan terus menurun hingga beresiko terkena malnutrisi jika tidak segera mendapatkan perawatan. Saat ini, bagi malang itu membutuhkan perawatan medis intensif, dan asupan gizi yang cukup agar dapat bertahan hidup. Sayang, Rumah Anak Alfatihah yang menjadi rumah Shaka bersama 9 bayi lainnya berada di kondisi yang sulit. Merawat 10 bayi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya perawatan hingga kebutuhan bayi seperti susu dan pampers semakin membebani. Keterbatasan dana tersebut membuat pengobatan Shaka terancam terhenti.